Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Tuesday, 8 March 2016

Kamu dan Gerhana Matahari

Hati ku wis gerhana dik, isi kekosongannya ya.


*Ditulis dalam penantian munculnya Gerhana Matahari

Saturday, 13 February 2016

Kamu, Andjing !

Muka mu seperti anjing !
Menggonggong di setiap tengah malam menjelang tidur ku,
menggema ke setiap gang ingatan ku.
Sayangnya aku tak mengerti apa arti gonggongan mu,
karena aku bukan anjing seperti mu.

*terinspirasi dari fiksi Agus Noor dalam Memorabilia & Melankolia

Tuesday, 9 February 2016

Sesak Rindu

sumber gambar: images.freecreatives.com

Tiba-tiba nafas ku terengah-engah,
Menusuk sakit tepat di hati,
Menetes air mata satu per satu,
Ku kira sesak nafas, ternyata rindu.

Mendengar nama dan suara mu,
Melihat rupa dan tahu kabar mu,
Membuat sesak dada ku,
Sesak yang belum pernah ku alami saat bersama mu.

Pinjamkan aku suara mu,
Pinjamkan aku tangan mu,
Pinjamkan aku kening mu,
Pinjamkan aku peluk mu.

Aku rindu.

Saturday, 5 December 2015

Bung Karno dan Kamu

Kalau Bung Karno butuh 1 pemuda untuk mengguncang dunia,
maka saya hanya butuh kamu untuk mengguncang KUA.

Wednesday, 25 November 2015

Hari Guru

Adalah pelita dalam hampa.
Adalah harapan dalam angan.
Adalah kasih juga sayang.
Adalah Guru yang seperti itu.

Selamat hari Guru !

Monday, 23 November 2015

Balada Skripsi

Aku sengaja terjaga setiap malam,
berharap semoga sunyi membisikan inspirasi.

Thursday, 12 November 2015

Pesan Sang Malam

Malam berpesan,
melalui suara kendaraan di jalanan yang perlahan semakin lantang,
kemudian perlahan semakin menghilang,
bahwa sunyi akan semakin merindu bagi yang terjaga.

Sunday, 27 September 2015

Serakah Berbicara, Mati Hanya Legenda

Ketika keserakahan berbicara,
penindasan hanya jadi berita, dan
kematian hanya jadi legenda.

Tuesday, 22 September 2015

Emosi, Otak, dan Dirimu

Sejujurnya aku lebih cinta kalian daripada kamu.
Karena kalau kalian ingin berkhianat, pasti ada yang menolak tuk tidak berkhianat.
Sedangkan kamu, hanya emosi dan otak mu.

Monday, 21 September 2015

Kau, Tak Ada

Kau seperti aroma, dapat dirasa tapi tiada berada.
Kau seperti cahaya mentari, hangat mencerahkan hari tapi tak dapat diraih. 
Kau seperti angin, menyejukan tapi tak dapat dipeluk.
Kau, tak ada.

Sunday, 20 September 2015

Sajak, Aku, dan Dirimu

Dahulu, setiap malam kau minta sajak itu dan ku berikan.
Kini, sajak itu yang meminta diri mu dan selalu gagal ku berikan.

Saturday, 4 April 2015

Kamu dan Gerhana Bulan

Melihat kamu itu seperti melihat gerhana bulan,
baru hilang sebentar sudah pengen lihat kamu lagi.