Tuesday, 20 October 2015

1 Tahun Jokowi, Lalu?

1 Tahun Jokowi

Kamu kecewa?
Silahkan, bisa jadi kamu pernah dirugikan dengan kebijakannya.
Kamu senang?
Silahkan juga, bisa jadi kamu pernah diuntungkan dengan kebijakannya.

Sebaiknya Jokowi diganti Prabowo!
Yakin lebih baik?
Jokowi jadi Presiden saja masih ada pembredelan pers dan pembunuhan.
Apakah Jowoki masih kurang mencitrakan Prabowo sebagai bagian dari Orba?

Tapi bukankah masih berproses?
Ya, Jokowi masih berproses.
Begitu pula setelah lengser dari kursi Presiden, Jokowi masih berproses sebagai manusia dan warga negara.
Proses akan berhenti sampai manusia itu mati.
Sayangnya, amanat sebagai Presiden tidak hanya berproses pada diri sendiri, melainkan banyak orang dan menentukan hidup-mati banyak orang.

Lalu kita harus apa?
Apapun opini mu tentang 1 tahun Jokowi, jangan berhenti pada kata 'puas' dan 'kecewa'.
Teruslah menjadi oposisi yang konstruktif, bukan destruktif. 

Seperti kata Pramoedya Ananta Toer,
'Didiklah rakyat dengan organisasi dan didiklah penguasa dengan perlawanan.'
Karena...
'Power tends to corrupt, and absolute power, corrupt absolutely', oleh John Dalberg Acton.

Sunday, 27 September 2015

Serakah Berbicara, Mati Hanya Legenda

Ketika keserakahan berbicara,
penindasan hanya jadi berita, dan
kematian hanya jadi legenda.

Tuesday, 22 September 2015

Emosi, Otak, dan Dirimu

Sejujurnya aku lebih cinta kalian daripada kamu.
Karena kalau kalian ingin berkhianat, pasti ada yang menolak tuk tidak berkhianat.
Sedangkan kamu, hanya emosi dan otak mu.

Monday, 21 September 2015

Kau, Tak Ada

Kau seperti aroma, dapat dirasa tapi tiada berada.
Kau seperti cahaya mentari, hangat mencerahkan hari tapi tak dapat diraih. 
Kau seperti angin, menyejukan tapi tak dapat dipeluk.
Kau, tak ada.

Sunday, 20 September 2015

Sajak, Aku, dan Dirimu

Dahulu, setiap malam kau minta sajak itu dan ku berikan.
Kini, sajak itu yang meminta diri mu dan selalu gagal ku berikan.